Kamis, 10 Desember 2015

Sabar itu Darah

    Sabar merupakan tameng bagi muslim dari rasa bosan, risau dan bimbang ketika melaksanaan ibadah, meninggalkan maksiat serta dalam menghadapi musibah. Membawanya dalam keseharian membuat segala kejadian yang mendatanginya setiap hari terasa nyaman dan nikmat sehingga
ia menyadari bahwasanya segala sesuatu yang berasal dari Allah untuknya adalah yang terbaik.
    Sabar adalah teman hidup setia yang mewarnai setiap kejadian hidup sehingga hidup tidak terasa monoton. Sabar adalah bumbu yang membuat hidup ini tidak terasa hambar. Sabar adalah obat kuat dalam mengarungi hidup yang keras.
    Berikut ini adalah salah satu dasar sabar yang telah difirmankan oleh Allah,
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ
    “Wahai orang-orang yang beriman, Saling tolong-menolonglah kalian dalam hal kesabaran dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Al Baqarah [2]: 153)
    Dalam tafsir Ibnu Katir dijelaskan, bahwa ayat-ayat sebelumnya telah menyebutkan tentang syukur, kemudian dalam ayat ini dijelaskan tentang sabar dan shalat. Maka salah satu keindahan sikap orang Islam adalah ketika ia mendapatkan nikmat ia akan bersyukur, sedangkan ketika ia mendapatkan cobaan ia akan bersabar.
    Allah telah menerangkan bahwasanya sebaik-baik pegangan dalam menghadapi musibah adalah sabar dan shalat. Dalam hadits pun disebutkan bahwasanya Nabi SAW ketika ketika dirisaukan oleh sesuatu maka beliau akan segera melaksanakan shalat.
    Sabar itu ada dua, yakni pertama, sabar dalam meninggalkan yang haram dan perbuatan dosa. Kemudian yang kedua adalah sabar dalam ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah. Yang kedua ini pahalanya lebih besar dikarenakan menyangkut tujuan utama hidup. Selanjutnya sabar yang lain adalah sabar dalam menghadapi berbagai musibah. Sabar dalam hal ini juga wajib seperti halnya membaca istighfar (Memohon ampun dari segala dosa).
    Ali Zainal Abidin mengatakan, bahwa tatkala Allah menghimpun semua manusia dari yang pertama hingga yang terkahir, ada ebuah seruan, “Dimanakah orang-orang yang sabar? Hendaklah mereka masuk surga sebeum hisab.” Maka bangkitlah segerombolan manusia, lalu disambut oleh pertanyaan malaikat, “Hendak kemana kalian wahai anak adam?” kemudian mereka menjawab, “Ke surga.” Malaikat bertanya, “Sebelum dihisab?” Mereka menjawab. “Ya.” Malaikat bertanya lagi, “Siapakah kalian?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang sabar.” Malaikat bertanya, “Seperti apa kesabaranmu?” Mereka menjawab, “Kami sabar dalam ketaatan dan sabar dalam meninggalkan maksiat sampai Allah mencabut nyawa kami.” Kemudian malaikat berkata, “Kalian memang seperti yang kalian katakan, maka silahkan kalin masuk surga. Sebaik-baik orang yang beramal adalah kalian.”
    Dari pemaparan tafsir diatas dapat dilihat betapa tinggi derajat oang yang sabar, Bahkan dari pemaparan singkat tersebut bisa disimpulkan bahwasanya amal yang dipakaikan baju sabar adalah amal yang terbaik. Hal ini dilihat dari kata “Sebaik-baik orang beramal adalah kalian (orang-orang yang sabar)”. Hal ini menunjukkan begitu mewahnya ibadah yang disertai sabar dihadapan Allah.
    Dalam ranah cinta, sabar adalah kesetiaan. Orang yang sabar akan bertahan dalam situasi apapun untuk tetap tertuju kepada satu cinta, cinta kepada Allah. Sabar merupakan sebuah perjuangan berat dalam perjalanan seorang hamba di jalan cinta yang paling agung. Karena beratnya tersebut, sabar merupakan salah satu persembahan terindah untuk cinta Sang Maha Cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar