Akhir yang kurang memuaskan
Hari senin tanggal 4 Mei merupakan hari dimana ujian Tafsir BKI terakhir kali dilaksanakan. Sebelumnya, pada paginya harinya, karena aku kurang bisa mengatur waktu, membuatku tidak bisa mendapatkan waktu untuk belajar. Ketika memasuki waktu subuh, aku bersegera melaksanakan sholat subuh, setelah itu aku duduk bersandar pagar ranjang terbuat dari besi yang aku selipkan bantal di antara punggung dan pagar tersebut. Aku menyempatkan diri untuk membaca materi yang akan diujikan di mata kuliah Tafsir nanti. Baru dua halaman aku baca, mataku sudah terasa berat untuk tetap terbuka, aku tak kuasa menahan kantuk yang menyerang. Akhirnya aku ketiduran di pagi itu. Aku terbangun pada jam tujuh, akibatnya u tidak bisa mengikuti intensif bahasa Arab pada hari itu. Kemudian aku segera bersiap untuk mengikuti peruliahan tafsir.
Aku berangkat agak terburu-buru. Sesampainya di kelas, aku hanya melihat Pak Ainul Yaqin, Pak Prof belum hadir di kelas. Mungkin hal itu disebabkan cuaca waktu itu yang memang sedang mendung agak gelap. Aku menjabat tangan Pa Ainul lalu menempati tempat duduk di depan yang masih kosong. Kebiasaan meyoritas kami adalah