Sabtu, 27 Juni 2015

Hari Yang Dinanti

            Hari ini tepatnya hari jum’at tanggal 15 Juni adalah hari yang telah aku nanti setelah berminggu-minggu aku rencanakan tetapi baru hari ini bisa aku laksanakan. Aku berencana untuk pulang ke rumah karena aku sangat ingin sekali bertemu dengan teman-temanku dulu. Aku menyiapkan rencana ini dengan keyakinan saja, sedang selebihnya tergantung kepada keadaan dan situasi yang ada. Sebenarnya menurutku bisa menahan lebih lama lagi untuk pulang, namun pada hari-hari ini aku merasakan suatu hal yang aneh,

Sambungan Lembar Kedua

Tepat keesokan harinya aku bertemu dengannya pada malam hari selepas isya’. Aku berjalan dengan menggunakan kaos oblong, sarung agak ngeper (agak longgar karena terlalu sering dipakai), dan juga tak lupa kubawa notbook untuk memastikan aku tidak salah fd lagi. Aku pergi ke tempat kam beremu kemarin.ketika tinggal beberapa langkah lagi, “mas..” suara seorang laki-laki kudengar dari pinggir jalan. Kulihat sosok laki-laki tersebut duduk di teras sebuah rumah kecil berhamparkan halaman kecil yang berisi tumbuhan bambu kuning di sisi jalan masuk di depannya. Kutatap lebih tajam sosok lelaki